Friday, March 2, 2012

::: TANDA ALLAH TA'ALA MENCINTAI HAMBANYA :::

APABILA rakyat mencintai rajanya, hal itu perkara lazim dilakukan. Bagaimanapun, suatu hal sungguh menyentuh hati ialah apabila seorang raja mengasihi rakyat tanpa pilih kasih. Sanggup berdebu dan menjejak tanah, memberi apa diminta dan mendengar setiap rintihan dengan hati paling lembut kepada rakyat.

Begitulah cinta Allah kepada hamba-Nya. Maha Agung dan Perkasa itu mengisytiharkan kedudukannya yang amat dekat kepada hamba-Nya. Firman Allah bermaksud:

“Dan apabila hamba-Ku bertanya mengenai Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku memakbulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia meminta kepada-Ku.” (Surah al-Baqarah, ayat 186)

Sesungguhnya apabila Allah mencintai hamba-Nya, ia dapat dilihat dengan jelas dan dirasa melalui hati bersih. Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka jatuhlah ke dalam hati hamba itu ilham suci yang membuat dia mengenali tanda kecintaan-Nya.

Ada beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh hati manusia antaranya :


BERMINAT DENGAN IBADAH

Tanda Allah mencintai seseorang ialah apabila dia menjadi begitu berminat dengan ibadah. Adakalanya sebagian orang berusaha sekuat-kuatnya untuk beribadah, berjuang keras ,melawan nafsu dirinya sebagai insan lemah. Tujuannya hanya satu yakni mencari Cinta Allah.

Pernahkah kita menikmati sujud yang panjang sambil menghadirkan dalam hati bahwa saat itulah Allah mengisyaratkan nama kita sebagai orang dicintai-Nya?

Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda yang bermaksud:

“Jika Allah mencintai seorang hamba maka Ia berfirman: Wahai Jibril sesungguhnya aku mencintai si polan maka cintailah dia.” (Riwayat Imam Ahmad)

Maka orang yang yakin bahawa Allah mencintai dirinya tidak pernah rasa was-was adakah ibadahnya diterima atau tidak? Jauh sekali rasa takabur karena dia yakin yang menolongnya untuk melakukan ketaatan adalah Allah juga. Bukan karena kehebatan dan kealimannya , melainkan " Allahlah yang menuntunnya ke jalan takwa " .

Kemudian dia sampai kepada satu makrifah mendalam mengenai Allah yaitu cinta Allah kepada hamba-Nya jauh lebih agung daripada cinta sesama insan. Manusia boleh mengkhianati ibu bapanya atau anak dan isterinya, kawan atau kekasih atas alasan tidak mendapat keuntungan daripada perhubungan itu. Tetapi cinta Allah kekal tidaklah pernah luntur.



APABILA DOSA MEMBAWA KEPADA KEINSYAFAN

Tanda Allah mencintai seseorang ialah apabila dosa-dosa, kelalaian, dan kealpaannya terdahulu membawa ia pada Taubat Nasuha dan membuat dia bangkit mendekati Allah.


Kemudian seseorang bangkit mengejar Allah, berusaha mendapatkan hatinya yang hilang di belantara maksiat. Ia sama sekali tidak berputus asa daripada rahmat Allah. Ia sentiasa mengingati janji Allah Yang Maha Pengampun. Firman Allah bermaksud:

“Katakanlah: Wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, jangan kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu Kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (Surah al-Zumar, ayat 53-54)

Janganlah karena dosa semalam seseorang menyangka Allah tidak akan mendengar rintihannya, terputus tali langit di hatinya, tertolak segala doanya dan terusir dia daripada pandangan Allah.

Hamba yang taat apabila perangainya berubah menjadi iblis pun Tuhan tetap menunggu, di setiap malam rintihan hamba itu diintip hingga ia pulang kembali ke sisi-Nya.

Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda :

“Tuhan kita turun ke langit dunia pada waktu malam tatkala tiba sepertiga malam yang akhir lalu berfirman: Siapakah yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku terima, siapakah yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri dan siapakah yang meminta ampun niscaya Aku ampuni.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Betapa lembutnya Allah dan Maha Pengasih lagi Penyayang kepada makhluk-Nya.
Dengan cinta-Nya ditutupi segala aib hamba yang hina, memberi peluang berjuta kali dan menangguhkan siksa untuk tetap setia menunggu di langit dunia, kapankah kiranya hamba-hamba-Nya ini mau membersihkan diri.

Saat Allah mencintai seseorang, tempat pertama menerima sentuhan cinta itu ialah hati mereka. Di situlah Allah lenyapkan segala rasa putus asa dan kesedihan akibat dosa mereka kemudian diganti dengan harapan dan keinginan untuk berubah menjadi insan bersih. Hati kita seakan berbisik :

“Aku tahu bila Allah mencintaiku, yaitu ada pada saat aku membenci segala kejahatanku.”



ILMU MENJADI PETUNJUK

Tanda Allah mencintai seorang hamba ialah apabila dilapangkan dadanya menerima ilmu yang menjadi petunjuk ke jalan benar.

Allah tidak sesekali membiarkan seseorang insan larut dalam lautan dosa. Bahkan dikirim ke atas hati manusia petunjuk hidayah-Nya supaya manusia terselamat daripada gelombang keganasan dirinya sendiri.

Manusia dibekalkan hati, perasaan, akal dan fikiran untuk membedakan mana baik serta yang keji. Tidak cukup dengan itu, diutuskan juga Rasul, diturunkan al-Quran, dilahirkan pejuang agama-Nya terpilih untuk menerangi kegelapan seraya berdakwah fisabilillah.

Baginda صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda :

“Apabila Allah mencintai seseorang , maka ia membuatnya faham / memberikan nikmat kefahaman / menyukai petunjuk & hidayah mengenai agamanya.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

By Dr Juanda Jaya

1 comment:

  1. sesungguhnya Allah S.W.T mengasihi hambanya lebih dari yang kita ketahui.

    ReplyDelete

Tempah IKLAN anda di sini

IKLAN
IKLAN
IKLAN
IKLAN
Advertise Now!