Friday, November 29, 2013

Ajar anak autisma berenang


TIDAK mudah mengajarkan sesuatu pada anak-anak yang memiliki kelainan mental atau autis. Seperti renang misalnya. Karena olahraga ini akan memberi stimulus otak yang bagus. Bukan hanya anak normal yang bisa mendapatkan kesenangan. Seperti bermain dan berenang, anak autis juga sebenarnya bisa melakukannya. 

Dengan kesabaran dari orang tua dan keluarga, anak bisa berkembang dengan baik, termasuk bisa berenang di kolam renang umum maupun pribadi, water boom dan tempat lainnya yang sejenis. Banyak alasan yang baik untuk membawa anak-anak berenang sendiri mungkin. Makin muda mereka makin mudah untuk belajar berenang. 

Berenang merupakan olahraga all round yang baik sekali. Membantu mengembangkan pengendalian pernapasan dan dapat sangat menyantaikan atau sebagai media relaksasi. 

Berenang merupakan sesuatu kegiatan yang dapat dinikmati bersama-sama oleh keluarga dan sering merupakan cara yang baik untuk mempertemukan anak dengan orang tua. Umumnya anak kecil berhasil dan paling baik jika diperkenalkan ke air oleh ibu atau bapaknya. 

Jika kita sendiri merasa cemas terhadap air, cobalah pergi bersama seorang dewasa yang lebih percaya diri. Pergilah ke kolam renang anak-anak yang dangkal. Sasaran umumnya adalah membuat anak menikmati berada di dalam air dan bergerak bebas mundur, maju, dan ke samping, terlentang, telungkup, kalau mungkin dengan pelampung. Jagalah agar tiap kegiatan berjalan singkat. 

Anak akan belajar lebih banyak dalam kunjungan singkat tetapi sering daripada kunjungan yang lama tetapi hanya kadang-kadang. Hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan percaya diri terhadap air pada anak-anak dengan keterbelakangan mental ini adalah, pada kunjungan pertama, ajaklah anak untuk berjalan-jalan tanpa benar-benar berenang. Ini akan memberi peluang untuk anak agar menyaksikan apa yang akan terjadi dan membiasakan diri dengan suasana, kebisingan dan tempat yang baru. Itu akan membuat anak-anak merasanya punya kesempatan untuk beradaptasi. 

Tidak hanya itu saja, disarankan bagi orang tua untuk memperkenalkan pula kepada anak-anaknya dengan melihat kamar ganti, loker dan membahas apa yang akan dilakukan pada kunjungan berikutnya. Jika waktu kunjungan berikutnya hal-hal yang harus dilakukan di dalam air adalah, pegang anak dekat-dekat dan naik turunkan anak dengan lembut ke dalam air. Secara bertahap dan perlahan, hingga kakinya basah. 

Perkenalkan anak di kolam dangkal terlebih dulu agar anak bisa duduk, merangkak atau sekedar berjalan maju mundur hingga bahunya basah. Nantinya sesampai di kolam sedalam satu meter atau lebih, usahakan agar wajah orang tua dan wajah anak sama tinggi. 

Pegangi tubuhnya di ketiaknya. Perlahan basahi kepalanya dan wajahnya. Lalu alihkan ke bawah dada dan pinggulnya, posisi anak tetap telungkup. Ini akan mampu membantu menenangkan anak. Jika terasa anak sudah mulai tenang, 

usahakan agar tangan dan kakinya bisa bergerak di dalam air dengan menendang kaki dan mengayuhkan lengan. Lihat terus, apakah anak menikmatinya. Kalau bisa, teruskan dengan memberinya semangat untuk menghembuskan air perlahan-lahan ketika menenggelamkan wajahnya dalam air. 

Kalau perlu dan memungkinkan, pakailah ban pelampung berbentuk lingkaran atau gelang lengan untuk keamanan. Kadangkala membawa mainan seperti bola atau perahu-perahuan akan membantu anak lebih tenang. 

Tenangkan anak jika mereka merasa panik atau segera keluar dari kolam jika anak mulai gelisah dan berteriak. Tenangkan mereka dan cobalah kembali proses mengenalkan kolam pada anak. 

Read more at: http://avanoustic.blogspot.com/2013/11/terapi-anak-autis-dengan-berenang.html
Copyright © AVANOUSTIC Blog

No comments:

Post a Comment

Tempah IKLAN anda di sini

IKLAN
IKLAN
IKLAN
IKLAN
Advertise Now!